Subscribe Twitter

Harga Handphone Jauh Lebih Murah, handphone China banjiri indonesia

== INFO PENTING ==
BISNIS PULSA TERMURAH.
TERBUKTI 3.000.000,-/BULAN
TANPA JUALAN, HANYA DARI RESELLER
SILAHKAN PELAJARI :
KLIK DISINI 



Jakarta - Handphone impor asal China kini bersaing ketat di Indonesia. Karena harganya yang lebih murah dan terjangkau, handphone-handphone buatan China ini diminati oleh masyarakat, bahkan mengalahkan handphone yang memiliki merek terkenal.

Mimi, salah seorang penjual handphone di ITC Cempaka Mas mengatakan, jika dihitung per hari, dirinya bisa menjual 7 unit handphone China. Sedangkan, untuk merek Nokia yang selama ini masih menjadi merk unggulan, Mimi menjual 10 unit per hari.

"Sekarang ini sudah bisa dikatakan 50:50. Cepat laku. Hitungannya untuk handphone China itu 7 unit, Nokia 10 unit. Bahkan, Samsung dan Motorola di bawah handphone China ini," ujar Mimi kepada detikFinance saat ditemui di tokonya di ITC Cempaka Mas, Jakarta, Sabtu (23/1/2010).

Mimi menyatakan konsumen saat ini mencari handphone dengan harga terjangkau dengan fitur-fitur yang bisa dikatakan lengkap. Mengenai kualitas, para konsumen tidak begitu peduli.

"Setiap menjual barang, kita pasti memberi tahu kelebihan dan kekurangannya. Tapi ternyata, mereka tetap saja membeli barang-barang China karena harganya lebih murah dan lebih lengkap," ujarnya.

Menurut Mimi, dari segi kualitas, produk asal China memang jauh di bawah. Hal ini juga disepakati Rina yang juga berjualan handphone di ITC Cempaka Mas ini. Rina menyatakan masih banyak kekurangan yang terdapat pada handphone-handphone asal China, sehingga mutunya kurang terjamin.

"Kalau handphone lain, kan umurnya menahun. Tapi kalau handphone China ini biasanya tidak. Biasanya yang komplain itu masalah spare part seperti baterai dan hands free," jelas Rina.

Oleh karena itu, lanjut Mimi, harga handphone China bekas bisa turun hingga 50% dari harga beli awalnya. Sedangkan untuk handphone merk lain seperti Nokia, Samsung, Motorola, dan sebagainya hanya turun sekitar 20-30%.

Mimi menjelaskan handphone dari China dengan berbagai merk ini sudah ada sejak tahun 2008 tetapi baru marak akhir 2009 semenjak Blackberry mulai beredar di Indonesia. Dengan merk seperti Nexian, Imo, Maxtro, Taxco, dan Cross. Sejak memasuki bulan Januari, tambah Mimi, harga handphone-handphone impor asal China ini menurun hingga 10%.
(nia/dnl)

Related Post



0 comments:

Post a Comment